Suasana haru dan mata memerah karena air mata bahagia yang menetes di pipi ibu Hape, demikian ia biasa dipanggil di kampung, walaupun sesungguhnya nama lengkap yang bersangkutan bernama Hafsah tetapi di kalangan masyarakat Bugis-Makassar nama seseorang sering diperpendek agar mudah menyebutnya, Sebagai contoh, Hafsah jadi Hafe, Amiruddin jadi Mire atau Satting jadi Tatting, Abdullah jadi Dolla, suatu ketika Abdullah dan Satting dipanggil bersamaan, maka langsung saja disepa, “Tattingdola” yang konotasinya berarti “Terbanting”


Sosok Hafe adalah tipe perempuan yang tulus yang telah banyak mendarmabaktikan dirinya sebagai seorang guru mengaji di kampung, tepatnya di Kelurahan Marang Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Perempuan Hafe, menjadi sumringah saat didatangi Dirjen Perlindungan £ Jaminan Sosial Kementerian Sosial R.I. yang dijabat DR.H.A.Zainal A. Dulung, M.Sc ke rumah panggungnya di Marang- Pangkep, Jumat 2 Maret 2012.

Dengan daster tua dan terkesan lusuh, di kelilingi anak-anak mengaji yang menjadi muridnya, duduk di depan Bapak Dirjen sembari foto bersama. Ibu Hafe adalah guru mengaji Bapak Dirjen Perlinjamsos ketika masih kecil dahulu, di tempat inilah sang Dirjen mendapatkan pengetahuan dasar tentang pengetahun agama Islam dan ilmu baca Al-Quran, sehingga tidak mengherankan kalau dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Selatan, menyempatkan diri untuk melihat dari dekat tentang bekas sekolahnya di SD No.7 Marang Kabupaten Pangkep.

Kepada Direktur PSKB, Prof.H.Syahbuddin dan staf yang mendampingi, Pak Dirjen berceritera ketika masa kecil dahulu duduk di kelas V SD dan memimpin barisan menuju kampung sebelah, apalagi bila memasuki Peringatan 17 Agustusan, sekoahnya selalu mendapat kepercayaan dan sebagai pemimpin barisan dan juara kelas tent kesematan in idak disia- siakan.

Sang Dirjen mengelilingi kompleks sekolahnya sembari menyaksikan atapnya yang sudah mulai keropos di telan masa, namun penjaga sekolah menerangkan kalau sekolah SD No. 17 Marang Kabupaten Pangkep akan mendaatkan rehabilitasi atap gedung tahun depan.

Belum puas melihat sekolahnya, Sang Dirjen mengunjungi rumah kediaman Hafe yang letaknya tidak jauh dari sekolah, di sebuah rumah panggunh yang sederhana, Hape mengajar mengaji anak-anak kampung, seperti inilah saya dahulu, sambil menunjuk seorang anak yang kini duduk di kelas VI SD Negeri 07 Marang.

Sesekali Pak Dirjen melayankan pandangan dan mengenang kembali masa kecilnya di kampung, sejurus kemudian beliau mengajak berfoto anak- anak yang sedang bersiap untuk sholat Jumat berjamaah sementara Pak Dirjen £ rombongan meneruskan perjalanan menuju Parepare dan Sidrap untuk menyerahkan bantuan jaminan hidup yang diperoleh dari Dana Hibah Dalam Negeri/Usaha Kesejahteraan sosial (UKS) Kementerian Sosial R.I.
Sebelum melangkah naik meninggalkan rumah gurunya, Direktur PSKBS menyerahkan amplop putih kepada sang Guru yang diterima dengan senanghati sembari mulutnya berkomat-kamit atas rasa syukurnya, perlahan mobil terios hitam bergerak, sembari melambaikan tangan diiringi ucapan salam, Assalamu Alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh, terima kasih dan selamat tinggal, Guruku Sayang Guruku Tulus…!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>