Mengunjungi Tagana Jeneponto Dan Sumur Jodoh

Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Jeneponto dibawah kepemimpinan koordinator Hasanuddin  Tutu beranggotakan 42 orang, Kamis 9 Februari 2012 mendapat kunjungan dari Koordinator Tagana Sulawesi Selatan.
Kedatangan ke Jeneponto dirangkaikan dengan seleksi terhadap Yayasan/Orsos yang akan mengelola ASKESOS (Asuransi Kesejahteraan Sosial) pada lima Orsos yang sudah mengajukan proposal ke Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Tim terdiri dari penanggungjawab kegiatan Askesos, Hj. Nadiyah Manaf, S.Sos, Muhammad Hasbi Daeng Beta, Djassariah,SH dan Kabid Banjamsos Dinsos Sulsel.
Pertemuan dengan anggota TAGANA di Jeneponto sekaligus memberikan penguatan dan beberapa informasi yang berkaitan dengan pelatihan yang akan dilaksanakan. Dari dialog dengan anggota di lapangan, pihak TAGANA Jeneponto membutuhkan Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) dan beberapa seragam dan hal ini disarankan untuk segera menyurat melalui Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto guna diteruskan ke Kadis Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.
Sementara itu dalam perjalanan ke Desa Kalimporo Kecamatan Bangkala, calon lokasi Keserasian Sosial yang diajukan masyarakat adalah kebutuhan air minum. Di lokasi ini terdapat mata air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Warga setempat memberi nama “JENETALASA” dalam arti harfiahnya, air kehidupan.
Sumber mata air terletak di sela-sela batu, warga berdatangan ke sumur ini selain untuk mengambil air minum, ada pula yang menggunakan untuk tujuan-tujuan tertentu seperti, saat habis membeli mobil atau motor baru, mereka datang mengambil air dan mencuci mobilnya dari sumber mata air “JENETALLASA” konon hasiatnya, akan mendatangkan rejeki yang berlimpah dan terus menerus sebagaimana munculnya air dari sela batu sepanjang masa.
Bila musim kemarau tetangga sebelah kampung juga datang untuk mengambil air di tempat ini dan memikulnya sampai kerumah mereka, demikian halnya bagi para pemuda dan pemudi, di tempat ini juga mendapat predikat “SUMUR JODOH” karena sejumlah pasangan bertemu ditempat untuk pertama kalinya dan berujung pada ajang perkawinan.
Di tempat ini menurut pengamatan Djassariah, layak untuk dibangunkan tower penampung air, selanjutnya dialirkan melalui pipa kecil ke rumah masing-masing  sehingga tidak lagi harus memikul kerumah mereka, iniperlu dukungan dari keserasian sosial, tuturnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *