AKBP. Drs. Abd. Kadir, MM Karaeng Sila asal Sanrobone Kabupaten Takalar, bermaksud menjajal kemampuan untuk menjadi calon Bupati Kepala Daerah  Takalar periode 2012 – 2017. Kehadirannya ke ruang kerja saya secara tak sengaja diantar oleh Ibu Rostini dan salah seorang anggota Tagana Sulsel, Rahel Parannuan yang kini aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang Komisi Pemberantasan Kejahatan (KPK) bidang pemberdayaan perempuan yang di ketuai Ibu Rostini yang berasal dari Kota Palopo. Karaeng Sila yang selama ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina KPK Kawasan Timur Indonesia yang memiliki nomor handphone 0852 999 677 55 senantisa menemui pendukung setianya  setiap kesempatan berkunjung ke Takalar. Kesehariannya di Polda Sulsel sebagai Kepala Subbidang Hubungan Masyarakat POLDA Sulsel mengantar pria yang berperawakan tinggi. 


Suami dari Nurhayati Daeng Tjaya yang merupakan Cucunda dari Syekh Usman – Almarhum merupakan salah seorang Syekh yang disegani di Jazirah Sulawesi Selatan dan merupakan penitisan dari Syekh Yusuf Al-Makassari Tuanta Salamaka yang jenazahnya bersemayam di dua Negara masing-masing Afrika dan Indonesia, Nurhayati Daeng Tjaya juga masih memiliki hubungan darah dan menjadi cucu kesayangan dari Syekh Abdullah Bafadal dari Ajangale Kabupaten Bone.
Sementara Karaeng Sila masih terbilang dalam garis keturunan leluhur GURUDAYA yang mendarat di kawasan Sanrobone Takalar, yang belakangan oleh Pemerintah R.I. nama Gurudaya atau Garuda menjadi Lambang Negara Republik Indonesia.Karaeng Sila ayah dari tiga orang anak, dua anaknya yang lahir secara nyata di mayapada ini dan seorang lainnya dalam pengawasan alam gaib yang diberi nama, Syekh Wahyu Karaeng Jarung, berjenis kelamin laki-laki. Karaeng Jarung sejak kelahirnnya menghilang terbawa roh halus dan menjadi peliharaan dari leluhurnya Syekh Abdul Kadir Djaelani, Selama masa bayinya Karaeng Jarung tetap menyusu bundanya namun secara fisik tidak kelihatan.
Insipirasi untuk menjadi calon bupati yang kedua kalinya, di dukung dari suara alam gaib yang sering di dengar dan mendapatkan petunjuk melalui bisikan langsung maupun dalam kenyataan fisik yang saling berhadap-hadapan. Karaeng Sila akan mengendarai dukungan dari koalisi 16 partai politik non parlemen, bertekad untuk memajukan Takalar dengan konsep SIPAKATAU. 

Kegetirannya selama ini, melihat Takalar sebagai daerah kelahirannya telah jauh tertinggal dibandingkan daerah lainnya, semangat saling menghargai sudah mulai memudar, mereka yang bergelar Karaeng hanya dilirik dari banyaknya uang yang dimiliki, sementara dalam konsep kehidupannya seorang Karaeng dan  predikat kehormatan itu karena leluhur mereka memiliki darah yang merupakan penitisan dari Dewata Yang Agung. Konsep hidupnya berlandaskan sebagai anak seorang petani, karena itu bangunan irigasi untuk meningkatkan kesejahteraan warganya atau masyarakat Kabupaten Takalar sampai ke polosok desa merupakan sebuah obsesinya.Mampukah Karaeng Sila mewujudkan impiannya ??? biar sejarah yang akan mencatat dalam sejarah pertarungan pemilihan Bupati Takalar hasil pilihan rakyat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>