Kutelusuri jalur Sultan Alauddin
Dalam keramaian Kota Makassar
Kuberharap mencium tangan
Sebelum berpisah, namun situasi
Memaksaku untuk mengalah
Kuayun langkah dan menapaki lorong 
Kebekuan dan rindu kian tersumbat
Kuhibur diri dengan membeli makanan ringan
Buat sobatku yang akan memijatku
Namun tak kudapati batang hidungnya
Kujalani malam-malamku dalam kesendirian
Dibalik kelambu tipis penangkal nyamuk
Dalam kegusaran dan pesona malam minggu
Namun diriku telah terkungkung dalam sepi
Tanpa sahabat, rekan maupun penghuni asrama
Kehampaan membuncah perasaanku
SMS yang kukirim juga tak terbalas
Merana dalam kegalauan harap
Namun tetap menanti dan percaya
Kalau Mentari, Esok Pasti Bersinar
Kupersembahkan kepada Ananda
telah datang membantu di rumah kos
Makassar, 4 Februari 2012
  1. Abdul Haris Mubarak says:

    manusia hanya bisa berbuat dan berharap
    Allah maha berbuat dan memberikan harapan

    semoga apa yang kita harapkan mendapat ridho yang maha kuasa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>