Berfikir Dengan Otak Kanan

Dalam kepala manusia terdapat otak kecil dan otak besar. Otak kecil berfungsi untuk mempertahankan hidup, bersifat naluri atau insting yaitu gerakan-gerakan yang bisa dilakukan dengan sendirinya, seperti makan, reproduksi dan mencari tempat tinggal yang aman….

Belahan otak kiri disebut hemisfer kiri dan belahan otak kanan disebut hemisfer kanan. Setiap hemisfer mempunyai fungsi yang berbeda tetapi saling mendukung. Antara hemisfer kiri dan hemisfer kanan dihubungkan dengan suatu jembatan komunikasi yang gue sebut Corpus Collosum yang terdiri sekitar 100 juta sel otak.
Setiap hemisfer mengatur 50% dari setiap bagian tubuh. Hemisfer kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan dan hemisfer kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri. Kini dua belahan otak tersebut dikenal sebagai “otak kanan” dan “otak kiri”. Dari hasil eksperimen terhadap kedua belahan otak tersebut telah menunjukan bahwa masing-masing otak bertanggung jawab terhadap cara berpikir dan masing-masing mempunyai spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa persilangan dan interaksi antara keduanya…
PROSES BERFIKIR OTAK KIRI
1.  menyukai hal yang berurutan
2.  belajar maksimal dari hal yang bersifat detail dulu, baru ke hal yang berssifat global
3.  menyukai sistem membaca yang berdasarkan pada ponetik (tata bahasa)
4.  menyukai kata-kata syimbol dan huruf
5.  menyukai sesuatu yang terstruktur (tersusun urut) dan dapat diprediksi (diperkirakan)
6.  mengalami lebih banyak fokus internal (ke dalam)
7.  ingin mengumpulkan informasi yang faktual (nyata)
PROSES BERFIKIR OTAK KANAN
1.  lebih suka dengan hal yang bersifat acak, tidak teratur, bebas
2.  belajar memaksimalkan dari hal-hal yang bersifat global dahulu baru kemudian ke hal-hal yang bersifat detail
3.  lebih menyukai sistem membaca yang bersifat menyeluruh
4.  menyukai gambar dan grafik, juga “bentuk” dan pola serta seni
5.  lebih suka melihat dulu atau mengalami sesuatu
6.  lebih menyukai bekerja yang bersifat spontan dan alamiah
7.  mengalami lebih banyak fokus external (keluar)
8.  ingin pendekatan yang bersifat terbuka, baru dan memberikan kejutan-kejutan yang menantang
9.  peka dengan warna dan kreativitas
Pembahasan tentang otak kanan dan otak kiri bukan pembahasan yang baru lagi. Bagi yang sudah pernah tahu, mungkin.. bisa membantu mengoreksi tulisan ini dan bagi yang baru tahu, semoga bermanfaat. Think Right diatas, bukan berarti menjawab pertanyaan dengan lebih memilih berpikir dengan otak kanan. Think right disini maksudnya adalah berfikir tepat, Mungkin kita pandai, mungkin kita sarjana, atau bahkan master. Namun sudah bisa ditebak bahwa tidak akan banyak karya kreatif yang bisa ia lahirkan karena berfikir terlalu vertikal dan monoton tadi. 
Kepandaian, sehebat apapun itu, tanpa sisi kreatifitas, hanya akan menjadi mesin yang akan dikendalikan oleh pihak lain. Bagi orang orang berpola pikir kognitif, atau sebagian besar orang saat ini, orientasi kepada materi, mengukur kebahagiaan, kenyamanan dengan fasilitas fasilitas duniawi, duit, harta, kekayaan dan segala sesuatu yang kasat mata adalah sesuatu yang wajar. Lebih ekstrim lagi, muncul manusia manusia ambisius, individualis, dan tidak punya hati..  [ampun matre dan hedon sekali..]
kebanyakan orang orang yang patuh mengikuti tradisi nenek moyang yang jika ditanya, mereka akan menjawab,
‘Bahkan kami akan tetap mengikuti apa-apa yang kami dapati dari nenek-nenek moyang kami’. Apakah mereka akan tetap mengikutinya apabila ternyata nenek moyang mereka adalah orang-orang yang tidak memahami apa pun dan sama sekali tidak berada di jalan petunjuk?”. (QS. al-Baqarah : 171)
Begitu juga dalam beragama, jika kita tidak mengikuti apa yang diikuti sebagian besar yang diikuti orang orang, maka hal itu tampak salah, dan aneh. Padahal Allah berfirman :
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka..” QS.al-An’am : 116
Tulisan diatas tidak bermaksud menyudutkan/menjelek-jelekkan orang orang yang memiliki pola pikir dominan otak kiri tapi hanya memberikan gambaran umum hasil dari orang orang left-brained tersebut.
Sisi Spiritualitas dan Otak Kanan
Diantara  cara untuk mengetahui apakah dalam kehidupan sehari hari otak kanan dan otak kiri kita berimbang atau tidak adalah menjawab dengan jujur, apakah selama ini kita hanya mengetahui hal hal yang KASAT MATA, yang menurut anda MASUK AKAL dan bisa dihitung secara MATEMATIS? apakah kita menganggap cara berfikir seperti ini adalah yang paling benar dan baik? Apakah kita termasuk diantara orang yang perlu bukti MATERI terhadap suatu pernyataan apapun sifatnya dan bentuknya? Jika seluruh jawabannya adalah YA maka kita termasuk orang yang berpikir dominan dengan otak kiri. Pola ini sedikit banyak merugikan karena tidak berimbang. Salah satunya adalah bagaimana kita bisa memahami dan mempercayai Allah dengan pola otak kiri yang RASIONAL dan MATEMATIS itu, padahal kita mengaku sebagai orang yang beragama?
Diantara Bentuk Berpikir dengan Otak Kanan = Belajar Mengambil Hikmah
Diantara cara menggunakan otak kanan adalah berfikir dalam pola pikir yang tidak biasa, memakai sudut pandang yang berbeda, subjektif dan horizontal/lateral. Dengan kata lain, coba berfikir positif, mencari cari kebaikan dan hikmah dalam suatu perkara. Contohnya, adalah kegagalan. Bagi orang yang terpola dominan otak kiri, kegagalan adalah RUGI BESAR, MUSIBAH, dan sebagainya. Makin rasional orang tersebut, makin berat terasa kerugian tersebut
BENAR memang, Islam itu pasti sejalan dengan akal manusia. Tapi tidak semua syariat dan ilmu ilmu Allah itu bisa dijelaskan dengan akal karena akal ini amat sangat terbatas kemampuannya. Padahal, diantara tanda orang orang yang bertaqwa itu
 الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib..” Qs Al Baqarah [2] : 3
atau,
“Apakah kalian beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagiannya?” (Al-Baqarah: 85)
atau mereka baru akan beriman pada hari akhir kalau mereka benar benar melihat matahari itu benar benar terbit dari barat?? Sungguh terlambat karena Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :
 لا تقوم الساعة حتى تطلع الشمس من مغربها، فإذا طلعت، فرآها الناس؛ آمنوا أجمعون، فذاك حين لا ينفع نفسًا إيمانُها لم تكن آمنت 
من قبل أو كسبت في إيمانها خيرًا
 “Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya” (HR. Bukhari 11/352 dan Muslim 2/194)
  
Agama ini bukan sepenuhnya memerintahkan untuk menggunakan otak kanan saja, atau otak kiri saja.  Kita diperintahkan untuk patuh kepada Allah, dan Rasul, sami’na wa atho’na, lalu perintah untuk mempelajari bahasa arab, membaca AlQur’an dengan makhroj yang benar, memiliki rasa malu, itu merupakan kerjaan otak kiri. Namun kita juga diperintahkan untuk banyak banyak berfikir mentadabburi alam semesta, hikmah dibalik musibah, hikmah dibalik penciptaan, beriman kepada yang ghaib, itsar, empati kepada orang lain, bersegera melakukan kebaikan, mencintai lingkungan dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi, dan lainnya ini merupakan kerja otak kanan.
Bahkan dalam praktik yang menyimpang pun, masing masing otak punya peran. Taqlid buta, banyak bicara dan banyak bersumpah ini kerjaan otak kiri. Atau kreatif berbuat bid’ah, atau menafsirkan dalil dengan tafsiran sendiri ini pun hasil kerja otak kanan. Menarik sekali ya. Jika ada kesempatan insyaa Allah berikutnya adalah tentang lebih jauh mengetahui potensi otak kiri dan otak kanan. Insyaa Allah. Semoga Allah memudahkan
Dikutip dari sumbernya dan Tiada hari tanpa pengabdian
Semoga tulisan ini bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *