Nama lengkapnya Jumaris Daeng Raga, bertempat tinggal di  Kabupaten Gowa yang jaraknya sekitar 15 km dari Jalan Andi Tonro dan sekitarnya. RAGA (nama itu identik dengan bola rotan) sementara RAGA yang satu ini punya suara khusus yang memelas.

 Sayuuuuuuuuur……..datang ma kodoooong… Oh Daeng Puji  Adama dalam arti harfiahnya, Sayuuur, saya sudah datang, Oh Daeng Puji (Pelanggan)  saya sudah datang (demikian  suara yang dipantulkan begitu memelas dan menggoda pelanggannya, 

Sehingga ibu-ibu di kompleks pada berhamburan ke depan rumah dan menemui langganan sayur mereka. Sambil berbelanja, Daeng RAGA juga pandai melawak, harga sayurannya juga berdamai, yang penting laris manis, ujarnya. Terkadang di hari lebaran juga mendapat sarung dan songkok serta baju layak pakai, pokoknya RAGA mampu membuat ibu-ibu yang tak mau berbelanja, pasti pada akhirnya luluh juga karena pendekatannya sangat akrab.

Ayah dari tiga orang anak ini, sudah lama menekuni prosesi berjualan sayur, mulai jalan kaki, naik sepeda hingga naik motor seperti sekarang. Dengan modal Rp 200 ribu mampu mendapatkan hasil kotor Rp 300 ribu setelah dikeluarkan biaya operasional maka hasil bersih per hari Rp 75.000,- senilai upah tukang batu yang setiap harinya bertarung membangun kota Makassar sebagai kota dunia. Daeng RAGA tipe lelaki yang pantang menyerah, baginya pelanggan adalah raja, kemauannya harus dipenuhi dan kebutuhannya harus disiapkan, yang penting kalau  mau sayur ada RAGA, tuturnya berpromosi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>