Sebuah perhelatan yang digagas para ketua forum dan pendamping keserasian sosial  di Bontoa Kabupaten Maros, Sabtu 24/12 menjadi sesuatu yang unik karena mengundang kami untuk menikmati kepiting, udang dan ikan segar di tengah pematang, sebagai ungkapan syukur karena daerahnya tersentuh bantuan sosial.

Dua unit kendaraan menuju ke lokasi yang letaknya di sebelah barat dan masuk dalam kawasan Kecamatan Bontoa, di tempat ini pernah mendapatkan bantuan KS tahun 2009 berupa bak untuk penampungan air bersih.
Acara yang digagas H.Yacub A.Mappiasse salah seorang tokoh masyarakat cukup membuat kami tak kuasa menghabiskan sajian ikan bakar, udang dan kepiting segar, bahkan kami diajarkan bagaimana menangkap kepiting dibalik pohon bakau yang rimbun di daerah itu.
Sebuah perangkat berupa jala yang melingkar, lalu ditengahkan diberi umpan ikan kering, karena diterpa air bakau maka ikanpun bergerak, tak berapa lama, kepiting bakau mengendap keluar dari lobangnya dan masuk dalam perangkap hingga kayu yang tertancap dengan ikatan tali plastik bergoyang-goyang pertanda ada kepiting yang terperangkap.
Ternyata benar, kami semua bergembira menyaksikan bagaimana kepiting bakau itu harus mengakhiri hidupnya dengan ikatan temali untuk selanjutnya dimasak dan disantap oleh para tamu.
Mereka yang hadir diantara, Kabid Banjamsos, Wahidah, Makhriani, Safaruddin, Nurlia, anak Pak Hasbi, para pendamping dan ketua forum serta kepala desa/lurah se Kecamatan Bontoa, ini namanya pesta kecil makan besar, katanya. Usai menikmati gorengan udang, kepiting rebus dan ikan bakar dilanjutkan dengan menikmati kue barongko dan kue bolu buatan khas Bonta Maros.
Kunjungi Pak Titus di Bantimurung

Usai acara di Bontoa, dilanjutkan ke Bantuimurung untuk memenuhi undangan salah seorang anggota Tagana yang merayakan Natal, akhirnya kami menuju Bantimurung dan bertemu dengan tim TRC (Tim Reaksi Cepat) Tagana yang terlebih dahulu datang dengan menggunakan mobil TRC.  Disini kami disuguhi Kotor, yang tak lain Kotor itu adalah kopi Toraja. Sambil menikmati kopi sebagian lainnya melantunkan lagu-lagu kesayangannya, maklum Pak Titus menyiapkan elekton sebagai sarana hiburan di hari Natal.

Sejumlah lagu-lagu hit diantaranya, Jangan sampai tiga kali, jangan ditanya kemana aku pergi dan sebuah lagu Makassar berjudul Alle Mama Tea Bilang mengalun lembut mengiringi acara Natalan Saudara Titus Pasomba di Bantimurung, Selamat Natal semoga Tuhan Yesus memberkati, Haleluyah !!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>