Diskusi Publik Penanggulangan Bencana

Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Provinsi Sulawesi Selatan, di bahas dalam suatu diskusi publik bertempat JT. Hotel Jalan Boulevard Panakukang Topaz Telepon 0411-446677 Makassar, Selasa 20 Desember 2011. Acara yang digagas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan yang dipimpin Drs.H.Mappagio,M.Si bekerja sama dengan PT. Reka Spasia Indonesia (RSI) Jakarta.
Hadir dalam acara tersebut masing-masing anggota tim dari masing-masing SKPD (Satuan kerja Perangkat Daerah), mereka yang sudah menjadi anggota tetap dalam perumusan rencana  yaitu ; Ir.Dahriyin Mappasoro (Dinas Perkebunan), Mayor (Marinir) Amir Saifan (Dan Denma Lantamal VI Makassar), H.Muhammadong, SKM, M.Kes (Dinas Kehutanan), Fahlevi Yusuf (Dinas Perhubungan Kominfo), Drs.H.Syakhruddin.DN,M.Si (Dinas Sosial), Ir. Hj.Hapidah.K,MP (Dinas Kehutanan), Drs.Anwar.P, M.Pd (Bakesbangpol), Magetori,SH,MM (BPBD), Muhammad Supriadi (PMI Daerah Sulsel), Ahriyani (Bappeda Sulsel) dan para pejabat eselon III lingkup badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan dan sejumlah Kepala BPBD Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel
Drs.H.Mappagio,M.Si  pada kesempatan pembukaan mengatakan, ini adalah satu produk yang bisa kita banggakan dan merupakan sebuah  “kajian akademik“ dari tim BNPB dan “Kajian Lapangan“ dari para SKPD se-Sulawesi Selatan.
Usai pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr.Ir.Qadrathi Dg Bau dan Prof. DR. Andi Agustam, M.Si dari Univeristas Hasanuddin Makassar.
Andi Agusman pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa apa yang disampaikan ini sesungguhnya bukan kajian akademik, melainkan sebuah hasil penulisan dari karya tim pertama yang diklarifikasi tim kedua bersama para praktisi lapangan.
Kedudukan Andi Agustam adalah sebagai penulis dan tenaga ahli dari Universitas Hasanuddin memiliki tanggungjawab untuk mengajukan ke Badan nasional penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta untuk selanjutnya dipadukan dengan tim yang terdahulu.
Selanjutnya dilakukan penyelarasan akhir dan pada gilirannya menjadi dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2012 s/d 2017.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *