Nama sebenarnya Dg. Parallu (Demparallu), tapi di kalangan pekerja cafe di Kawasan Tanjung Bira di kenal dengan nama Boy atau Pak Jhon. Berperawakan tinggi dan kumis tebal, orang yang baru mengenalnya pasti terkesan seram walaupun sesungguhnya amat familiar. Sebagai seorang aparatur dengan latar belakang profesi pekerjaan sosial banyak terlibat dalam penanganan kehidupan malam terutama para pekerja seks komersial (PSK) yang ada di Pantai Tanjung Bira Bulukumba.

Saat berbincang dengan Penulis, Boy menuturkan jumlah cape yang ada di kawasan Tanjung Bira, dijelaskan ada 16 café dengan pelayan 167 orang, khusus di ibukota Bulukumba terdapat 9 café dan menyiapkan 47 pelayan, mereka umumnya berasal  dari luar Kota Bulukumba.
Di Pantai Bira, Anda akan menemukan café-café yang terbuka hingga Pukul 24.00 Wita, hebatnya lagi Boy atau Pak Jhon melibatkan semua anggota Tagana Kabupaten Bulukumba sebagai anggota tim bilamana ada penggerebekan, sehingga tidak heran bila ada truk Departemen Sosial atau Mobil Resque Departemen Sosial selalu dipandang dengan penuh curiga, khawatir para PSK ini tertangkap dan dibawa masuk ke Pusat Rehabilitasi di PSKW (Panti Sosial Karya Wanita) Mattirodeng Makassar.
Pantai Bira sekarang tengah berbenah, Kepala Dinas Pariwisata terus memacu kebersihan pantai, terlebih di musim barat seperti sekarang ini banyak benda-benda plastik dan ranting kayu terdampar di pantai berpasir putih yang mengingatkanku pada suasana pantai di Pangandaran Kabupaten Ciamis di Jawa Barat.
Bagaimana BOY  atau Pak Jhon melakukan aktifitasnya, selain sebagai aparatur yang bertanggungjawab dalam perdagangan manusia (trafiking), pekerja di bawah umur maupun dalam perdagangan obat terlarang seperti Narkoba dan Shabu-shabu, juga harus berkoordinasi dengan instansi terkait yang juga memiliki kewenangan di daerah itu seperti Polsek dan Koramil setempat.
Dituturkan Boy, bahwa kehadiran pekerja sosial di kawasan wisata merupakan sebuah keharusan profesi, tak heran bila di kalangan pekerja café, lelaki Selayar yang satu ini sering bergumam, sampai kapan mereka akan menjadi pelayan café, semua ini menjadi misteri untuk menjadikan kawasan Pantai Bira bukan menjadi tempat wisata alam semata, tetapi telah memberikan lapangan kerja baru bagi mereka yang mau berusaha, ungkap Demparallu sambil mengisap rokoknya dalam-dalam.
Dalam melaksanakan tugas pengabdiannya, BOY juga dilengkapi dengan surat tugas dari Bupati Bulukumba No. 065/2849/Sostek Trans yang berlaku sampai 31 Desember 2011 dan diperpanjang setiap tahun.

Sejak bertugas di Pantai Bira tahun 2008 banyak pengalaman yang diperoleh saat melakukan penggerebekan, terkadang ada yang lari ke laut dan sebahagian ada yang lari keatas pohon di belakang tempat kos mereka, kedua tempat ini sudah doideteksi Demparallu, sehingga dengan mudah dapat menangkap setiap pelarian yang dilakukan para PSK Tanjung Bira.

BOY juga memiliki keterampilan yang  jitu untuk mendapatkan informasi, baik itu pendatang maupun mereka yang menggunakan nama samaran, karena dia memanfaatkan jaringan kepada sesama PSK (Pekerja Seks Komersial)  tertutama mereka yang sudah lama bermukim disana.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>