Sabtu 10 Desember 2011 disaat kami semua baru saja kembali dari perjalanan panjang di lokasi Jambore Tagana Kiarapayung-Jatinangor  Sumedang Jawa Barat, terjadi insiden yang sungguh memalukan. Sekelompok Mahasisa yang menamakan dirinya adalah demonstran yang tergabung dalam kelompok anti korupsi yang pulang dari memperingati Hari Anti Korupsi di Makassar.

Dalam perjalanan pulang, gerombalan manusia ini singgah di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamat di Jalan Andi Pangerang Pettarani No. 59 Makassar, mereka menerobos masuk kantor dan langsung ke aula mencari foto Presiden R.I. beserta Wakilnya.
Di Aula Dinas Sosial tidak menemukan foto yang dicari, karena disana yang  terpajang foto Gubernur dan Wakilnya, tidak puas maka yang jadi sasaran amuk massa berupa spanduk Posko Tagana yang tergantung di bagian depan menjadi sasaran.
Spanduk itu ditarik lalu dirobek-robek, lima orang yangs edang bertugas di Posko dan anggota Tagana tak dapat berbuat banyak, karena gerombalan manusia yang beringas itu sudah tidak lagi memakai aturan, seakan republik ini miliknya dan ucapannya tidak menunjukkan sebagai seorang terpelajar bahkan lebih layak disebut preman.
Belum puas dengan merobek spanduk Posko, ia lalu menulisi kendaraan operasional Tagana dengan tulisan “ SBY ANJING “ sementara di bagian belakang mobil masih ditambah “ SBY KURUPSI “ mash saja belum puas, sang demosntran menyemprotkan lagi cet pilot berwarna merah  ke pagar  dengan tulisan “ SBY KURUPSI” 
Dari cara penulisan, terlihat jelas bahwa demonstran itu bukan mahasiswa murni karena caranya saja menulis bahasa Indonesianya tidak sempurna, sebagaimana dengan wataknya yang ambural. Mengingat karena hari libur, maka tak satupun dokumentasi yang dapat memotret wajah-wajah mereka.
Petugas kantor, Hasrullah Dg Serang langsung menutup pagar kantor dan memperbaiki barang-barang yang dirusak, demikian halnya Humas Dinsos, Hj. Nadiah Manaf yang masih bertahan di kantor Karena sedang membuat naskah untuk Majalah Sosial yang akan diedarkan di peringatan HKSN tahun ini, menjadi ketakutan dibuatnya karena tiba-tiba saja didatangi massa yang brutal.
Sejumlah pegawai dan anggota Tagana yang datang ke Posko pada hari Senin, 12 Desember 2012 menyesalkan sikap yang dilakukan oleh gerombalan massa yang menamakan dirinya Mahasiswa.
Melihat hal ini. Nampak jelas, bahwa Peringatan Hari Anti Korupsi telah disusupi oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab, semoga dengan kejadian ini supaya tetap hati-hati bilamana ada demonstrasi yang lewat di jalan A.P.Pettarani karena bisa saja, suasana  perkantoran akan menjadi sasaran empuk untuk merusak dan bahkan menjarah barang-barang miliki Negara, termasuk perangkat untuk kepentingan penanggulangan bencana alam di Provinsi Sulawesi Selatan dan perbuatan mereka layak untuk tidak ditiru.
Semoga peristiwa di hari Sabtu petang 10 Desember 2011 merupakan peristiwa pertama dan terakhir di Posko Tagana Induk Provinsi Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>