Dinihari Kamis 24 November 2011 mengawali langkah menuju lokasi pengabdian sebagai anggota tim psykhososial Kementerian Sosial R.I. ke Teluk Wondama Wasior Provinsi Papua Barat.


Program ini merupakan kelanjutan dari Training Of Trainer (TOT) Petugas Pendamping Sosial yang digagas Kementerian Sosial R.I, terutama pada penanganan pascabencana, khususnya pada tiga lokasi hunian sementara (Huntara) masing-masing Mentawai di Sumatera Barat, Merapi di Yogyakarta dan korban banjir di Teluk Wondama, Wasior Papua Barat.
Hingga saat ini masih ada warga yang  berada di Huntara (Hunian sementara) memerlukan advokasi sosial, penguatan, pemberdayaan  dan pendampingan, kehadiran para psykholog sosial sangat diharapkan untuk berperan dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, terutama yang sudah setahun bermukim di lokasi hunian sementara agar mampu hidup mandiri sebagaimana sediakala.

Tim Kementerian Sosial yang bertugas di Provinsi Papua Barat ini terdiri dari, 17 dari  orang dipimpin Dra. Mlly,M.Si dari STKS (Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial) Bandung dan Suprapto ditambah para kepala bidang Banjamsos dari Provinsi Papua Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulsel, Sulut, Sulteng, Sultra, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kaliamantan Selatan, Kalimantan Timur dan Staf dari Direktorat PSKBA (Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam) Kementerian Sosial R.I.

Anggota Tim Tertidur di Bandara

Pesawat Garuda yang membawa Ketua Tim, Dra. Milly, M.Si dan anggota tim Kementerian Sosial R.I. mendarat lebih awal di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sementara pesawat lanjutan Batavia Air dengan nomor penerbangan Y6845 tujuan Sorong dan Manokwari nanti tinggal landas pada Pukul 05.00 Wita, sehingga sejumlah anggota tim memanfaatkan ruang tunggu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar untuk tidur pulas.

Usai sholat subuh, para penumpang dan tim psykhososial memasuki pesawat Batavia Air melalui pintu lima, perlahan namun pasti, Batavia Air dengan pelayanan paramugari  berupa dua buah roti dan segelas aqua mengantar pengguna burung besi (pesawat) menuju Sorong dan  mendarat dengan selamat di Pelabuhan Udara Domine Edward Ozon – Sorong dengan rentang waktu dua jam perjalanan.
Setelah menurunkan sebagian penumpang, Pramugari Batavia air menginstrusikan untuk kami bertahan di dalam pesawat, karena selain mengisi bahan bakar juga menaikkan penumpang baru dari Sorong ke Manokwari yang akan ditempuh selama 40 menit perjalanan.



Kembali kami menerbangi etafe kedua, setelah 15 menit tinggal landas, jamuan roti dan agua gelas diberikan kepada penumpang, baik penumpang baru maupun penumpang lanjutan. Tepat Pukl 09.20 waktu Manokwari kami mendarat dengan selamat di Bandara Udara Rendani Manokwari.


Idealnya kami akan melakukan lanjutan perjalanan pada etafe ketiga, antara Manokwari ke Kabupaten Teluk Wondama di Wasir dengan menggunakan pesawat Cessna C.20 milik penerbangan Susi air. Akan tetapi semua pesawat Susi Air mengerahkan semua armadanya untuk mencari pesawatnya yang hilang dalam perbangan di Nabire beberapa hari lalu, sementara hanya Susi Air saja yang mendapatkan lisensi untuk mengangkut penumpang dari Manokwari ke Wasior.

Karena program dan jadwal yang sudah disusun ini tidak bisa lagi ditunda maka jalan keluarnya semua peserta akan diangkut dengan kapal laut dan akan berangkat Pukul 05.00 petang dengan KM. Gracelia menuju Teluk Wondama di Wasior.

Tak ada pilihan lain untuk menuju Teluk Wondama di Wasior kecuali naik kapal laut jenis perintis dan itupun nanti jam 05.00 sore waktu Manokwari. Memanfaatkan waktu yang tersedia sebahagian anggota tim memilih untuk istirahat di Aries Hotel Jalan Dr. Ratulangi Manokwari, sementara Penulis dan sebagian anggota tim yang dikoodinasi Kabid Banjamsos Sulawesi Tenggara, Ir.Hj.Surya Hutapea memanfaatkan waktu untuk mengitari Ibukota Provinsi Papua Barat  yang dikenal dengan sebutan Manokwari Kota Injil.

Tim Naik KM. Grazelia ke Wasior

Tak ada pilihan lain untuk menuju Teluk Wondama di Wasior kecuali naik kapal laut jenis perintis dan itupun nanti jam 05.00 ssore waktu Manokwari. Memanfaatkan waktu yang tersedia sebahagian anggota tim memilih untuk istirahat di Aries Hotel Jalan Dr. Ratulangi Manokwari, sementara Penulis dan sebagian anggota tim yang dikoodinasi Kabid Banjamsos Sulawesi Tenggara, Ir.Hj.Surya Hutapea memanfaatkan waktu untuk mengitari Ibukota Provinsi Papua Barat  yang dikenal dengan sebutan Manokwari Kota Injil.

Mengawali perjalanan di Papua Barat, tim mengunjungi Dinas Sosial Provinsi Papua Barat dan diterima Kadis yang bernama Lazarus yang baru tiga bulan menjabat sebagai kepala dinas, sebelumnya adalah Kabid Banjamsos. Setelah temu kangen, beliau mengajak untuk menikmati suguhan ikan bakar mubarak dan cobe-cobe yang ternyata penjualnya adalah orang Pangkep dari Sulawesi Selatan.
Secara bercanda Lazarus mengatakan, sesungguhnya dirinya adalah orang Buton pertama yang bertobat, dibuktikan dengan nama panggilannya La Zarus, padahal sesungguhnya beliau adalah Papua asli dan penganut agama Kristen yang taat,  tutur Lazarus sembari kami dibuatnya terbahak-bahak.

Kadis Sosial yang satu ini juga pernah menjadi kandidat calon Gubernur Papua Barat, karena kesibukannya beliau tak dapat mengantar ke tempat makan karena pada saat yang bersamaan harus memberi materi di salah satu instansi, maka ditugaskanlah dua orang kepercayaannya masing-masing, Sdr. Otto dan Yunus Indow yang bertugas sebagai kepala bagian logistik.
Kami mengitari Kota Manokwari dengan menggunakan mobil rental DS 7859 yang dikemudikan Sdr. Frangky Tumbelaka asal Manado yang sudah lama bermukim di Kota Manokwari.

Frangky selain sopir juga bertindak sebagai pemandu, setelah santap siang bersama dan menikmati hidangan ikan bakar, cobe-cobe khas Manokwari versi Pangkep, juga disuguhkan kopi sashet produksi Malaysia. Selanjutnya kami diantar dipusat penjulan batik khas Papua, milik H. Gatot Wagino yang terletak di Jalan Trikora Wosi, Gaya Baru No 132 Manokwari.
Setelah puas berbelanja, Hj. Surya demikian kami biasa menyapanya, bersama-sama Kabid Banjamsos Kalimantan Timur yang berperawakan besar dan selalu menyertai ibu Surya, salah seorang rekan lainnya dari Provinsi Sulawesi Tengah Abd. Gafar Molla yang selalu bersama kami, sepakat kembali ke hotel untuk persiapan menuju Teluk Wondama di Wasior dengan menggunakan kapal motor perintis.


PERJALANAN YANG PENUH TANTANGAN

Sekitar Pukul 17.00 Wit rombongan naik ke geladak KM. Grazelia dan baru Pukul 19.00 waktu Manokwari, KM. Grazelia meninggalkan dermaga Yos Soedarso Manokwari menuju Teluk Wondama di Wasior.

Menurut penuturan Sdr. David Kabid Banjamsos Manokwari, bahwa lama perjalanan menuju Teluk Wondama di Wasior menghabiskan 12 jam, sehingga diperkirakan tiba besok pagi pukul 05.00 pagi.


Saat adzan subuh berkumandang, kami merapat di dermaga Wasior disambut petugas dari  Dinas Sosial Kabupaten Teluk Wondama di Wasior, Bapak Ihsan lalu di antar ke Hotel Darmaji Wasior dibawah koordinasi Bapak Kadis Sosial Teluk Wondama, Andarias Kaayu Kaatui  dan para kepala bidang yang berada dalam jajarannya………. Bersambung !!!

 TIM KEDUA KUNJUNGI WASIOR
  
SECERCAH HARAPAN DALAM NATAL DAN TAHUN BARU 
DI “HUNTARA” WASIOR

 

Wasior pasca bencana Banjir Bandang saat ini telah memasuki tahun ke dua, suasana kehidupan dan aktivitas masyarakat sehari-hari di pusat kota kecil itu secara kasat mata terlihat berjalan secara normal tak terlihat sedikitpun rasa putus asa dan hilangnya rasa survival yang terpancar dari raut muka saudara-saudara kita disana walaupun kita semua tahu: Senin, 4 Oktober 2010 Distrik Wasior yang termasuk dalam daerah teritorial Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat itu diterjang banjir bandang yang Maha Dahsyat. 
Air bah yang disertai batu-batu besar, pohon-pohon besar yang terhempas serta lumpur dalam jutaan M3 dari bukit melalui 4 aliran sungai telah meluluh lantahkan pemukiman warga serta bangunan yang dilewatinya. Tercatat korban meninggal lebih dari 173 orang, sekitar 118 orang dinyatakan hilang, 3.374 orang menderita luka ringan dan 141 orang luka berat. Ada beberapa lokasi kampung yang tercatat memiliki korban dan kerugian terparah, yaitu : Kp. Rado, Kp. Sanduae, Kota Wasior, Pasar Pagi, Kp. Mie, Kp. Manggurae, Kp. Wondiboi dan Kp. Isei.

Hingga saat ini sebagian besar korban banjir bandang Wasior masih bertahan di Huntara-huntara (hunian sementara .red) yang berda di empat lokasi yakni: Huntara “Perikanan” Rado, Huntara “Antralina” Iriati, Huntara “Bappeda” Rado dan Huntara “Karang Pilang” Kuras. Puluhan anak-anak di salah satu Huntara yang kami (TRC-Wasior) singgahi terlihat antusias mengikuti game/permainan dan saling berlarian untuk menerima sebungkus biskuit serta satu bola plastik kecil yang kami bagikan, sejenak mungkin dapat sedikit menghilangkan traumatic yang pernah mereka rasakan. Sedangkan para korban bencana yang dewasa disetiap Huntara pun tak kalah sibuk mempersiapakan pernak-pernik “Pondok Natal” yang mereka bangun untuk mengikuti perlombaan dalam menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2012 yang di adakan oleh Pemerintah Kabupaten Wondama, Papua Barat. 

Terlihat sejenak masih banyaknya kekurangan kebutuhan hidup dan sarana-prasarana untuk usaha mereka melanjutkan hidupnya, namun secercah harapan terpancar dari setiap sorot mata korban pasca banjir bandang dalam Agungnya Hari Raya Natal dan Kegembiraan Perayaan Tahun Baru 2012, “Harapan” untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan tidak terulangnya kembali bencana alam yang telah menimpa mereka di masa yang akan datang.


Dalam rangka mempercepat penanganan masalah sosial pasca bencana banjir bandang di Wasior Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat, maka Pelaksana Harian Umum Tim Reaksi Cepat (TRC) Kementerian Sosial RI mendelegasikan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Wasior berdasarkan surat No. 1589/DYS-PK/PKKS/12/2011 tanggal 12 Desember 2011 tentang Penugasan Analisis Penilaian Cepat yang di laksanakan pada tanggal 16 s/d 19 Desember 2011 yang terdiri dari :
1.    Deliance Can, S.Sos                Direktorat PKM Pedesaan
2.    Jhony Rod Bako, SH               Direktorat PRSTS
3.    Rolobessy Budjang, SH          Sekretariat Itjend
4.    Watam, S.ST                           Direktorat PSR Korban NAPZA
5.    Fachmi Koto, A.Md                Pusdiklat Kesos
6.    Endro Suseno W, S.Kom        PP – UBH Setjend
7.    Rusanti, A.Md                        Direktorat PKAT
8.    Muh. Belanawane S,S.Sos     Puslitbang Kesos


“Selamat Pagi, dan Terima Kasih atas kunjungan (TRC .red) ke Wasior, harapan kami kiranya ada tindak lanjut dari kunjungan kali ini. Salam untuk semua anggota rombongan, hati-hati sampai tiba dan bertemu keluarga di Jakarta” (kutipan sms Ka. Dinas Sosial Kabupaten Teluk Wondama, seraya melepas kepulangan TRC Kementerian Sosial RI ke Jakarta 
Oleh: Fachmi Koto ……. TAMAT



 


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>