Jumat malam 25 November 2011 sekitar Pukul 19.00 Wit saya menerima pesan singkat dari staf H. Muhammad Hasbi Daeng Beta yang mengabarkan, kalau Sdr. Sofio Effendy telah berpulang kerakhmatullah.

Innalillahi wa inna ilahi rajiun, seorang sahabat, pensiunan Kanwil Departemen Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi sang khalik. Almarhum di kenal  sebagai orang yang ringan tangan menolong para pegawai, terlebih lagi ketika masa aktif di Bagian Kepegawaian pada Kanwil Depsos Prov. Sulsel yang beralamat di Jalan A.P.Pettarani No. 59 Makassar yang dimasa era otoda berubah menjadi Dinas Sosial.
Sofio Effendy memang agak berumur baru menikah, itupun karena terpaut dengan salah seorang anggota PKL (Praktek Kerja Lapang) dari salah satu SMA di Makassar yang ditempatkan pada bagian kepegawaian.
Sang PKL yang berasal dari Kabupaten Jeneponto, tiba-tiba pingsan di ruangan kepegawaian, Sufiolah yang pertama memberi pertolongan. Saat mulai akrab, masa PKL-pun berakhir, belakangan kisah kasih berlanjut pasca PKL, akhirnya Sufio Effendy memutuskan untuk menikah.
Masa itu masih sedang jayanya keberadaan Kanwil Departemen Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan pengelolaan anggaran berjalan dengan pola sentralisasi, pegawainya juga   bervariasi latar nbelakang pendidikannya. Sumber rekrutmennya juga juga bervariasi ada dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Tersebutlah nama Ekowati dari Surabaya, Faizard dan Lilis dari Bandung.
Saat akan menikah kami masih sempat bersama-sama rekan pegawai dari luar daerah mengantarnya ke Kabupaten Jeneponto dengan memakai kijang DD 677 milik Bapak Haji Hamzah Rauf, mantan Kepala bagian Tata Usaha, saat itu saya bertindak sebagai sopir sekaligus pemandu jalan.
Mendengar berita kematiannya, kami sedang dalam bertugas di Kabupaten Teluk Wondama di Wasior dalam upaya kegiatan psikhososial bagi warga yang bermukim di hunian sementara (Huntara) di Iriati – Wasior Papua Barat.
Kira-kira sebulan lalu, saya masih sempat bertemu saat sholat Jumat di Masjid Al-Muawanah Sosial, waktu itu masih sempat menanyakan kondisi keluarganya, saat saya tanyakan sudah berapa putranya, dia menjawab, sudah tiga orang Pak Haji, ujarnya sambil berlalu menuju masjid.
Selamat jalan sahabat, semoga arwah almarhum diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman, selamat jalan Bapak Supio Effendy.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>