Warga Bandung Tertipu di Gowa


Sebanyak 18 orang warga kampung Bojong Kalong Desa Sumber Sari  Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat, dipimpin Cuncun Komana tertipu oleh Mandor  Dadang yang membawa bekerja bangunan ke Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Kisahnya berawal ketika Dadang bertemu di Pasar tradisonal di Bandung, mengajak Cuncun Komana untuk bekerja di Makassar, dengan janji manis akan menerima gaji besar setiap bulan.
Terbujuk oleh rayuan manis sang Mandor yang sudah di kenal selama 5 tahun di Bandung, Tanpa curiga Cuncun Komana bersedia mengikuti ajakan Mandor Dadang. Tanggal 8 Oktober 2011, Cuncun dan 17 anggota rombongan naik pesawat ke Makassar dan langsung ke Gowa untuk menjadi  buruh bangunan di perumahan sebagaimana dijanjikan Mandor Dadang.
Berselang seminggu bekerja Cuncun Komana belum menerima gaji, masih bertahan hingga minggu kedua, sementara Dadang yang sudah menerima uang dari Kontraktor menghilang dan meninggalkan Cuncun Komana bersama rombongan.
Janji manis Mandor Dadang ternyata berbuah pahit, keluarga ditinggalkan di Bandung, gaji tak dibayar, ditinggal dalam kebingungan. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Bandung, Cuncun dan kawan-kawannya berjalan kaki dari Kabupaten Gowa ke Pelabuhan Soekarno Hatta dengan satu tekad, harus pulang dan bagaimana caranya nanti disana dipikirkan, tutur Cuncun Komana kepada Penulis.
Polisi yang dilapori di Kawasan Pelabuhan Soekarno Hatta segera membuat surat keterangan orang terlantar dan menyampaikan kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. 
Berbekal surat pengantar dari Polisi No. B/73/XI/2011 Sek Kawasan Soeta tanggal 23 November 2011, Cuncun Komana, dkk menuju Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan yang beralamat di Jalan A.P.Pettarani No. 59 Makassar dengan berjalan kaki. 
Ditempat ini, Cuncun Komana dan kawan-kawan  diberi layanan makan minum, selanjutnya dibelikan tiket Pelni untuk pulang ke kampung halaman melalui Surabaya.
Cuncun Komana, yang memiliki isteri  bernama Ida Farida dan 5 orang anaknya yang berada di kampung halaman menanti kedatangan suaminya.

Cuncun Komana menuturkan penderitaan yang dijalani selama berada di Kabupaten Gowa, hidup tanpa gaji dan akhirnya nekat meninggalkan bangunan perumahan itu bersama ke-17 anggotanya, masing-masing ; Syaiful Malik (20 thn), Sukmana (50 thn), Adi Adiansyah (18 thn), Didin (25 thn), Rachmat (34 thn), Yana Cahyana (33 thn), Rahman (33 thn), Endin (55 thn), Sopian (36 thn), Ade Koswara (20 thn), Ngatiman (51 thn), Andi Pratama (20 thn), Barnas (39 thn), Oma (59 thn), Tomi Uman Abdurahman (29 thn), Adang (48 thn dari Ciamis) dan Nana (41 thn).

Setelah menerima pelayanan dari Kepala Seksi Korban Tindak Kekerasan & Pekerja Migran (KTK-PM)  akhirnya 18 warga Bandung ini di antar ke Pelabuhan Soekarno Hatta dengan membawa tiket Pelni menuju Surabaya, selamat jalan Cuncun Komana, semoga cepat bertemu dengan keluarga di Bandung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *