Pelatihan Pelatih (Training Of Trainer) Petugas Pendamping Psikososial yang di ikuti 70 peserta utusan dari Kementerian Sosial R.I., unsur Perguruan Tinggi dan  para Kabid Bantuan & Jaminan Sosial (Banjamsos) se-Indonesia, berlangsung tgl 1 s/d 5 November 2011 di Puri Ayuda Resort Jalan Raya Puncak Cipayung Sirnagalih, Megamendung-Bogor Jawa Barat oleh panitia pelaksana telah menetapkan PENULIS sebagai juara pertama tingkat nasional, menyusul di peringkat kedua, Ita Listania, S.ST, M.Si (Jawa Timur) Peringkat Ketiga Budi Wijoyo  (Jawa Tengah) dan juara favorit Ismi dari Kemensos R.I.

Uji SkillKedisiplinan mengikuti pelajaran, kemampuan mengorganisir anggota kelompok dan tehnik membangkitkan semangat belajar bagi bagi peserta TOT menjadi penilaian panitia pada kegiatan yang digagas Kementerian Sosial Direktorat Jenderal perlindungan Sosial Korban bencana Sosial yang dipimpin Syafei Nasution, A.Ks., MP. bersama Tim dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung dan Psikologi Universitas Padjadjaran masing-masing  DR. Tukino, M.Si, Dr. Sri Tjahjorini dan Dra. Milly. M, MP yang telah memberikan model pelatihan berupa, Dampak Psikologi Bencana, Assement Psikososial, Terapi Psikososial, Konseling Trauma, Merancang Intervensi, Advokasi Sosial dan Rujukan, Manajemen Stress dan MicroMicro Teaching dibawah koordinasi Dr. Joyakin.

Tidak muda untuk meraih predikat juara, apalagi dalam kondisi usia yang dua tahun mendatang akan memasuki masa pensiun, tapi bagi PENULIS belajar tak pernah mengenal usia, sebagaimana pesan bijak dari pendahulu, The Long Live Eduvation (Pendidikan sepanjang masa).
Proses belajar yang berlangsung ketat dan penuh dengan dinamika kometisi dan game-game asyik oleh instruktur tentunya  menambah referensi peserta latih, terutama PENULIS untuk meraih predikat juara dan menjajal kemampuan diantara para Kabid se-Indonesia dan utusan dari Kemensos di Salemba Raya No 28 Jakarta Pusat.

Semua ini telah menunjukkan bahwa tak ada kata gagal dalam belajar bagi  Kabid yang mau mengasah otak sekalipun itu sudah berada di penghujung pengabdian atau persiapan masa pensiun (MPP).

Wasior Menanti

Tindak lanjut dari TOT ini adalah aplikasi langsung ke lapangan, maka para Kabid Banjamsos akan ditugaskan pada tiga lokasi bencana,  di kawasan tersebut masih banyak korban di pengungsian, diantaranya ada yang sudah stress dan hidup  tertekan sehingga perlu  pendampingan psikososial seperti  Wasior di Papua Barat, Merapi di Yogyakarta dan Mentawai di Sumatera Barat.

Bagi Peserta latih (alumni TOT) Psikososial akan diberangkatkan ke lokasi pengabdian tanggal 22 s/d 26 November 2011 yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Sosial R.I.Selama empat hari, para peserta akan berada ditengah-tengah masyarakat pengungsi yang selama ini menempati tenda-tenda pengungsian, melalui pengumpulan data dari berbagai sumber, mereka akan kegiatan pengabdian  secara mendalam tentang masalah psikososial yang dialami di lokasi pengungsian.

REST AREA 45

Orang bijak berkata, banyak kawan banyak rejeki, ungkapan itu telah mewarnai perjalanan panjang saya ke lokasi pelatihan, sesaat setelah acara penutupan sahabat saya mengajak untuk untuk berkunjung ke lokasi perkemahan di Kiarapanjang-Jatinangor Sumedang. Sebuah kota satelit, sebagai lokasi pengembangan dari Bandung Barat dengan jejeran kampus yang berdiri megah, seperti STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) Jatinangor, Universitas Padjadjaran, Institut Manajemen Koperasi dan lokasi padang golf BBG (Bandung Giri Gahana) yang merupakan kawasan elit dengan tumbuhan dan pepohonan yang tertata rapih.

Sebuah hotel mewah yang menjadi milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kerjasama dengan PT. Langen Kridha Pratyangga, Tbk terletak di Jalan Raya Jatinangor Desa Cikeruh Sumedang Jawa Barat, di bagian kanan  nampak fanorama indah, gugusan pegunungan yang diselimuti kabut tipis  memberi nuansa batin yang teduh, disanalah terletak Bumi Perkemahan Kiarapayung yang akan menjadi tempat pelaksanaan  Jambore Tagana yang akan berlangsung tanggal 4 s/d 6 Desember 2011 mendatang.

Usai sarapan pagi dengan ikan pepes khas Sunda kami melanjutkan perjalanan menuju Cengkareng untuk kembali ke Makassar, persoalan kemudian mobil carteran Cipaganti nanti berangkat pakal Pukul 14.00 Wita, sempat berfikir untuk pindah armada ke Xtrans transfort tapi dengan sigap sobat saya berkata,  saya yang akan mengantar sampai bandara.

Rasa girang dan bangga kembali bersorak, dalam hati kecilku berkata, barangkali inilah buah dari kebaikan yang selalu ditanamkan pada setiap tamu dan kali ini saya yang mendapatkan layanan dari sang sahabat.

Kondisi cuaca mendung dan sedikit rintik tidak mengurangi semangat kami menyusuri tol Padalarang yang bertarif Rp 7000,- sekali melintas dengan jarak ribuan kilometer, sungguh amat kontras dengan kondisi tol di Kota Makassar, Belum habis perbandingan itu berkecamuk di benak, perasaan  bahagia, penat dibumbuhi  rasa ngantuk yang teramat sangat, akhirnya kami sepakat berhenti di salah satu kedai kopi di rest area 45.

Kopi Tarik Susu…!!!

Ditempat ini, kami mampir di sebuah kedai kopi, pramuniaga yang mengenakan jilbab menawarkan kepadaku, kopi tarik pakai  susu (KTS) dan saya pun menimpalinya dengan berkata, bisa minum kopi sambil tarik susu ???Dia pun tersipu, begitu manis, ya namanya orang Sunda., begitu halus perangainya, pelayan yang  sopan itu, mencatat orderan kami dan sang sahabatku yang memiliki pacar bernama Teh NUNG, menikmati rokok sampurna mild -nya dengan secangkir kopi hitam dan roti bakar.

Usai menyantap roti bakar bercampur stroberry, masih menyambung rokoknya sambil menatap langit-langit lalu berkata pelan, Bang … sekali waktu saya akan bertandang ke Makassar, ingin melihat Pantai Losari dan menyantap ikan bakar di  Paoetre Makassar, sebuah impian sang sahabat yang akan ku sambat di bandara Sultan Hasanuddin bila kelak benar-benar hadir ke kota ini.

Waktu berjalan tanpa henti, akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Cengkareng, setelah kami berpelukan, diapun pergi dan menghilang di balik keramaian kendaraan ibukota, kami memasuki pintu bandara di bantu petugas porter yang bernomor punggung 49, lalu menikmati Somay Jakarta di salah satu kedai di  depan pelayanan tiket bandara.

Selanjutnya menuju ruang tunggu. Dari pengumuman petugas Lion di bandara kami harus berpindah ke ruang tunggu A4 itu pun setelah deley selama 30 menit, kemudian bergegas menuju pesawat dengan nomor kursi 19A yang berada di pintu darurat. Kondisi cuaca yang bersahabat membuat sang pilot mendaratkan pesawatnya tepat pada malam takbir 10 Dhulhijjah 1432 H dalam kondisi cuaca hujan gerimis dan memberi keteduhan di hati, terima kasih sahabat, kunanti kehadiranmu di Kota Daeng, Butta Pa’rasanganta  (tanah kelahiranku) ….salamaki ki pada salama…!!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>