Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) disandera teroris yang ikut membaur pada acara puncak peringatan hari jadi Sulsel ke 342. Mereka memaksa masuk ke rumah jabatan Gubernur dan menyandera sang Gubernur, sementara yang lain mengancam para undangan untuk tidak bergerak ditempat.
simulasi penyanderaanAkhirnya teroris berhasil memboyong Gubernur  ke rujab  dan memaksakan untuk mengganti Dasar Negara Pancasila dengan idiologi baru sesuai dengan tuntutan mereka. Informasi penyenderaan ini disampaikan ke Yonif Raider, dan dengan kendaraan lapis baja dan personil terlatih memasuki rumah jabatan dari berbagai penjuru dan berhasil menaklukan para penyandera.
Selanjutnya Gubernur  diangkut dengan bus menuju ke lapangan tengah untuk  dipindahkan ke dalam tank anti peluru Sementara itu,  semua teroris berhasil dilumpuhkan, itulah sekelumit SIMULASI dari rangkaian acara penyanderaan  Gubernur SYL pada peringatan hari jadi ke-342 Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya pada hari Rabu 19 Oktober 2011 di Gubernuran Makassar.Berbagai rangkaian acara yang digelar pada peringatan tahun ini diantara, sepeda santai dan gerak jalan santai berhadiah, terjun payung, peresmian pembangkit listrik di Kabupaten Luwu, peluncuran perdana mobil toko (MOKO) yang komponennya 75 persen menggunakan bahan lokal dan diproduksi PT. Kereta Api Indonesia serta pemberian penghargaan berupa pin emas kepada 24 bupati/walikota se – Sulawesi Selatan. 

Pelaksanaan acara yang berlangsung semarak, dimana pada peserta upacara mengenakan baju adat terutama pejabat eselon II,III dan IV sedang peserta upacara selain dari TNI, Polri/KORPRI/Pramuka dan berbagai organisasi dengan seragam masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur SYL juga mendapat hadiah dari MURI sebagai Gubernur terbanyak menerima penghargaan sebanyak = 93 penghargaan selama tiga tahun memimpin Provinsi Sulawesi Selatan. Kabid Banjamsos Sulsel, yang menghadiri acara tersebut dan menyaksikan secara langsung tentang skenario penanganan teroris dan berbagai pekerjaan kerjasama, termasuk didalamnya kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota acara dalam hal pembuatan monorel kereta api yang melintasi perbatasan diantaranya, Makassar,  Maros,Pangkep, Barru Kota Parepare sementara untuk sektor Selatan meliputi Bulukumba – Takalar  dan Kabupaten Gowa.Dihari yang penuh kemeriahan ini, Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga mendapat anugerah berupa rekor MURI sebagai Gubernur yang terbanyak mendapat penghargaan sebanyak 93 buah dalam masa jabatan tiga tahun.

Selain itu Gubernur juga menyampaikan pin emas kepada dua budayawan di Sulawesi Selatan masing-masing kepada A. Rahman Arge dan Udhin Palisuri. Rahman Arge yang dipapah naik ke mimbar karena sakit dipergelangan kaki, sempat menepuk-nepuk lengan sang gubernur, pemandangan ini memberi makna yang mendalam bagi seorang penulis sejarah, seakan bermakna ; Dont Stop Komandan – jangan berhenti berkarya demi Sulawesi Selatan, Jayalah Selalu Sulawesi Selatan sebagai PILAR UTAMA NASIONAL.

JK dan Ibu Mufidah Kalla hadir.

Peringatan tahun ini, juga dihadiri mantan Wakil Presiden H.M. Yusuf Kalla yang didampingi Ny.Hj. Mufidah Kalla, keduanya begitu antusias mengikuti acara, termasuk saat gubernur yang menyatakan kesiapannya untuk mensponsri sebagai pengirim SMS untuk pelestarian KOMODO sebagai aset internasional yang hanya terdapat di Indonesia.

Selain itu JK juga menyaksikan penandatangan kerjasama dengan perusahaan Hadji Kalla yang akan mengerjakan monorel tahap pertama dari Parepare ke Kota Makassar yang dipimpin Walikota M. Ilham Arif Sirajuddin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>