Repeater (pancar ulang) informasi yang terletak di pebukitan Datara Kabupaten Gowa merupakan salah satu jembatan udara yang selama ini di gunakan personil Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di Provinsi yang di pimpin Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Adalah mereka yang penuh idealisme seperti Drs. Daniyal Opo,M.Si (Tokoh perintis yang membiayai seluruh perangkat bekerja sama dengan salah seorang Camat di Kabuapaten Gowa yang bertekad membangun tower di ketinggian di Datara, menggunakan segala potensi Tagana yang ada dan saling bahu-membahu sehingga berdiri kokoh sebuah tower di ketinggian dan bisa menjangkau beberapa daerah kabupaten seperti Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar dan Jeneponto.

Repeater TaganaSelain itu ditunjang pula dengan perakit dan teknisi komunikasi, handal, Nurtang Daeng Gassing yang akrab disapa dengan call sign 13-2 beserta jajaran yang senantiasa merawat dan memperbaiki perangkat komunikasi bilamana terjadi kerusakan. Sederatan nama yang memiliki andil yang besar seperti Kepala Dusun Datara, Muhlis Moed, Irwan Baso, Daeng Sikki, Geger, Rakhmat, Irwan, Hasran Rate, Igho, Syamsuddin Emba dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu, mereka memiliki kualifikasi dan keterampilan yang berbeda-beda, mulai dari pemasangan batu pondasi hingga proses memanjat tower di ketinggian.

Jangan pernah bertanya, berapa honor mereka untuk memasang di ketinggian, baginya hanya satu pilihan, kebersamaan dan konsep one command, one rule dan one corps dimaknai secara penuh dan pengabdian tanpa henti. Keberhasilan dalam suatu operasi pertolongan, dan pemberian informasi dart Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang disampaikan ke Posko Induk Tagana dan di monitor oleh seluruh rekan Tagana itu sesuatu yang sulit dinilai dengan uang.

Peralatan yang dimiliki dibeli dengan swadaya. Dalam perjalanan pembinaan Organisasi, mereka pernah bergabung pada Bankom Merpati kerjasama dengan Kepolisian namun tidak berjalan mulus, karena terkadang anggota Tagana mengalami kekecewaan di lapangan, Mereka  merasa  telah menolong tdengan tulus tapi saat ada insiden yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai (secara adat, red) terpaksa harus menyelesaikan melalui jalur hukum dan di penghujung penyelesaian masalahnya juga berakhir 86 (istilah yang di lapangan di kenal atur damai).

Banyak riak yang menerpa ketika awal berdirinya Repeater di Pebukitan Datara, mereka yang tergabung dalam jajaran Bankom Komunikasi Merpati, ada pula yang mendirikan dengan panggilan Singa, Komponen Somba dan lain-lain namun hanya seumur jagung. Akhirnya kami semua bertekad, dan menghimpun diri dalam satu sistem komando yang kami sebut ; Satuan Radio Komunikasi Taruna Siaga Bencana (SARKOM-TAGANA), walaupun nama ini masih harus kami rundingkan lagi untuk mencari penyebutan yang tepat, namun upaya kearah penyempurnaan tetap kami lakukan secara bertahap namun pasti.

Perangkat Tack Pack dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kami gunakan di lapangan, Posko kami benahi, peralatan komunikasi terus disempurnakan, para anggota Tagana dengan dana dari tali asih dibelanjakan untuk perangkat untuk komunikasi pribadi, semua dilakukan dengan pola kemandirian dan semangat kebersamaan, dan alhamdulillah dengan jasa Repeater kami jadikan jembatan udara untuk bersilaturahmi ke sesama anggota.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>